Translate

Sabtu, 03 Mei 2014

MAKALAH PENGGANGURAN DI INDONESIA








Di susun oleh :

MURDIANSYAH
1321120040

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PRODI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
TAHUN 2014/2015


Kata pengantar




Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat taufik dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penulisan makalah yang berjudul “Masalah Pengangguran” ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dampak dari pengangguran terhadap masyarakat Indonesia pada umumnya.
Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini, itu dikarenakan kemampuan penulis yang terbatas. Namun berkat bantuan dan dorongan serta bimbingan dari Bapak dosen mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi, serta berbagai bantuan dari berbagai pihak, akhirnya pembuatan makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis berharap dengan penulisan makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan bagi para pembaca umumnya serta semoga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan dan meningkatkan prestasi di masa yang akan datang.


Daftar isi



Bab I pendahuluan

A.     Latar belakang

Pembangunan (development) adalah proses perubahan yang mencakup seluruh system sosial, seperti politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan, dan budaya (Alexander 1994). Portes (1976) mendefenisiskan pembangunan sebagai transformasi ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan adalah proses perubahan yang direncanakan untuk memperbaiki berbagai aspek kehidupan masyarakat
Pokok pembangunan di indonesia diantaranya dualisme peraturan, kependudukan dan kemiskinan, iklaim dan geografis, dan pemerataan pembangunan. Negara indonesia termasuk dalam neara berkembang, oleh karena itu masalah-masalah tersebut harus diselesaikan. Terutanma yang sangat menghambat jalannya pembangunan di indonesia yaitu ketidak merataan penduduk persebaran penduduk yang sangat padat. Dengan kepadatan penduduk tersebut maka persaingan untuk mencari lapangan kerja sangat sulit, dan mengakibatkan pengangguran dan Kemiskinan.
Keterbatasan lapangan pekerjaan di indonesia khuusnya di kota-kota besar sangatlah ytinggi dari tahun ketahun, sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja setiap tahun selalu meninggakat tidak pernah mengalami penurunan. Dan pada akhirnya enjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan “pendidikan” dalam mengurangi angka kemiskinan masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga yang ada.
Sementara dampak sosial dari jenis pengangguran ini relatif lebih besar dan banyak efek negative dari hal ini salah satunya tinggkat kriminalitas tiap daerah juga ikut bertambah karena dorongan ekonomi. Mengingat kompleksnya masalah ini, maka upaya pemecahannya pun tidak sebatas pada kebijakan sektor pendidikan saja, namun merembet pada masalah lain secara multi dimensional.
 Fenomena pengangguran sering menyebabkan timbulnya masalah sosial lainnya sperti yang sudah diterangkan di atas. Di samping tentu saja akan menciptakan angka produktivitas sosial yang rendah, yang akan menurunkan tingkat pendapatan masyarakat nantinya. Pengangguran merupakan masalah serius yang dihadapi dalam pembangunan sumber daya manusia yang tengah dilakukan saat ini. Krisis ekonomi yang kini dihadapi ternyata telah memporakporandakan tatanan kehidupan bangsa.

 


 


B.      Rumusan masalah

    1. dampak pengangguran terhadap pembangunan nasional ?
    2. cara mengantasi penggangguran di Indonesia ?

C.      Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk menabah pengetahuan tentang pembangunan dan masalah masalah yang dihadapi dalam penerapannya sepeti dampak pengangguran bagi pembangunan nasional, dan adakah cara untuk mengatasi masalah penganggura tersebut. Bagi mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan tentang tingiinya angka pengangguran.

Diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan dan pemerhati masalah sosial khususnya tentang penggauran. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya.



Bab II pambahasan


A.     Definisi Pengangguran

Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja  yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Menurut Teori Klasik (1729-1790), pengangguran itu bersifat sukarela, karena tidak sesuainya tingkat upah dengan aspirasi pekerja. Bertambahnya jumlah pengangguran dalam masyarakat terjadi karena orang menunggu pada masa transisi dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain. Teori ini menyebutkan bahwa untuk mengurangi pengangguran tidak diperlukan campur tangan pemerintah karena pengangguran yang terjadi sifatnya sukarela. Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%.

1.      Jenis,grafik dan Macam Pengangguran

1.2 Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2013 hanya mencapai 6,02%, tercatat paling rendah dalam tiga tahun terakhir.

http://macroeconomicdashboard.com/images/artikel/2013Q2/gambar_01.jpg


 

1.3 Pengangguran Friksional

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya hanya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan yang menjadi pihak penyedia.

1.4 Pengangguran Struktural

Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tetapi tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Karena Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah terlebih di kota besar maka akan meningkatkan pula kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

1.5 Pengangguran Musiman

 musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek atau perubahan keadaan suatu Negara secara tiba-tiba yang menyebabkan seseorang harus nganggur.  seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.

1.6 Pengangguran Siklikal

Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil mendapatkan kerja.







B.      MASALAH PENGANGURAN SECARA UMUM


Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur dan setengah penganggur yang besar, pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata. Sebaliknya pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal, dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.
            Kondisi pengangguran dan setengah pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal; dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak, sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya.
            Dalam pembangunan Nasional, kebijakan ekonomi makro yang bertumpu pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter harus mengarah pada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Untuk menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil yang mandiri perlu keberpihakan kebijakan termasuk akses, pendamping, pendanaan usaha kecil dan tingkat suku bunga kecil yang mendukung.

1.     Dampak buruk dari pengangguran terhadap individu masyarakat antara lain:

v  Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian
v  Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan
v  Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.
v  Bertambahnya tingkat kemiskinan
v  Timbulnya kriminalitas di kalangan masyarakat




Pengangguran pun berdampak cukup besar dalam kehidupan keluarga. Seorang kepala keluarga yang tidak mempunyai pekerjaan dan hanya menganggur, maka ia akan kehilangan kemampuan dan fungsinya dalam mengemban tanggung jawab. Bahkan keluarganya pun akan kehilangan ketenangan dan kepercayaannya kepada sang kepala keluarga. Pada saat itulah semua anggota keluarga mengalami depresi dan rasa khawatir yang berlebih dalam menyambut masa depan yang tak terbayangkan.
 faktor – faktor yang mendorong timbulnya pengangguran adalah sebagai berikut:

     1. jumlah pencari kerja lebih besar dari jumlah peluang kerja yang tersedia (kesenjangan antara supply and demand).
2.      kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh  
3.      pasar    kerja.masih adanya anak putus sekolah dan lulus tidak melanjutkan yang tidak terserap dunia
4.      kerja/berusaha mandiri karena tidak memiliki keterampilan yang memadai.
terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) karena krisis global.
terbatasnya sumber daya alam di kota yang tidak memungkinkan lagi warga masyarakat


v   Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) : tenaga kerja yang tidak
v  bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.
2. Setengah Menganggur (Under Unemployment) : tenaga kerja yang tidak bekerja secara
v  optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah
v  menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama
v  seminggu.
3. Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) : tenaga kerja yang sungguh-sungguh  tidak mempunyai pekerjaan.

·         pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu :
a. Pengangguran konjungtural (Cycle Unemployment) adalah pengangguran yang
o   diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan
o   perekonomian/siklus ekonomi.
b. Pengangguran struktural (Struktural Unemployment) adalah pengangguran yang

o   diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang.

2. adalah beberapa penyebab pengangguran yang umum terjadi di                Indonesia.

2.1 Pendidikan rendah.

pendidikan yang rendah dpat menyebabkan seseorang kesulitan dalam mencari pekerjaan. Di karenakan semua perusahaan membutuhkan pegawai seminimal SMA.

2.2 Kurangnya keterampilan.

Banyak mahasiswa atau lulusan SMA yang sudah mempunyai kriteria dalam bekerja,namun dalam teknisnya keterampilannya masih kurang. Sehingga susah dalam mencari pekerjaan.

 2.3 Kurangnya lapangan pekerjaan.

Setiap tahunnya, Indonesia memiliki jumlah lulusan sekolah atau kuliah yang begitu tinggi. Jumlah yang sangat besar ini tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang ada, baik yang di sediakan oleh pemerintah maupun swasta.

2.4 Kurangnya tingkat EQ masyarakat.

Tingkat EQ meliputi kemampuan seseorang dalam mengandalikan emosi, yang berpengaruh terhadap keterampilan  berbicara/berkomunikasi, bersosialisasi, kepercayaan diri, dan sifat lainnya yang mendukung dalam hidup di masyarakat.

2.5 Rasa malas dan ketergantungan diri pada orang lain.

Misalnya ada seorang lulusan sarjana yang kemudian tidak mau bekerja dan lebih suka menggantungkan hidup kepada orang tua atau pasangannya bila sudah menikah. Ia termasuk pengangguran, selain itu ia melewatkan peluang untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan bagi orang lain.



Umumnya sesorang yang baru lulus sekolah/kuliah terpaku dalam mencari pekerjaan, seolah itu adalah tujuan yang sangat mutlak. Sehingga persaingan mencari pekerjaan lebih besar di bandingkan membuat suatu usaha.

Kebijakan Pemerintah Pusat dengan kebijakan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus merupakan satu kesatuan yang saling mendukung untuk penciptaan dan perluasan kesempatan kerja.Permagangan mungkin salah satu alternatif solusi praktis dan tepat. Hal ini didasarkan bahwa dunia usaha terkesan tertutup terhadap mahasiswa yang datang untuk melakukan kegiatan penelitian (riset) sehingga menguatkan adanya kesenjangan tersebut. Tapi ini juga belum ditangani secara serius dan terpadu.
Salah satu bentuk pengangguran yang populer dewasa ini adalah pengangguran terdidik. Kekurangselarasan antara perencanaan pembangunan pendidikan dengan perkembangan lapangan kerja merupakan penyebab utama terjadinya jenis pengangguran ini. Pengangguran terdidik secara potensial dapat menyebabkantimbulnya masalah-masalah sosial dengan tingkat rawan yang lebih tinggi, menciptakan pemborosan sumber daya pendidikan, menurunkan apresiasi masyarakat terhadap pendidikan.
Menurunnya apresiasi masyarakat terhadap pendidikan itu di , ditandai oleh:
  1. berkurangnya jumlah siswa (di samping akibat keberhasilan KB).
  2. meningkatnya jumlah tenaga kerja (TK) unskill and uneducated dalam sektor sekunder.
  3. rendahnya angka melanjutnya pendidikan (di Jawa Barat hanya 57% lulusan SD meneruskan ke SMP).
  4. meningkatnya jumlah pengguna jasa pendidikan luar negeri.


3.Dampak pengangguran terhadap pembangunan nasional

Jika tingkat pengangguran tinggi, sumber daya menjadi terbuang percuma dan tingkat pendapatan masyarakat akan merosot. Sehingga menghambat beberapa faktor pembangunan nasional, seperti :



3.1 Pendapatan nasional dan pendapatan perkapita.

Upah merupakan salah satu komponen dalam penghitungan pendapatan nasional. Apabila tingkat pengangguran semakin tinggi, maka nilai komponen upah akan semakin kecil. Dengan demikian, nilai pendapatan nasional pun akan semakin kecil.Pendapatan per kapita adalah pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk. Oleh karna itu, nilai pendapatan nasional yang semakin kecil akibat pengangguran akan menurunkan nilai pendapatan per kapita.

3.2 Beban psikologis

Semakin lama seseorang menganggur, semakin besar beban psikologis yang harus ditanggung. Secara psikologis, orang yang menganggur mempunyai perasaan tertekan, sehingga berpengaruh terhadap berbagai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Dampak psikologis ini mempunyai efek domino di mana secara sosial, orang menganggur akan merasa minder karena status sosial yang tidak atau belum jelas.

3.3 Biaya sosial

Dengan semakin besarnya jumlah pengangguran, semakin besar pula biaya sosial yang harus dikeluarkan. Biaya sosial itu mencakup biaya atas peningkatan tugas-tugas medis, biaya keamanan, dan biaya proses peradilan sebagai akibat meningkatnya tindak kejahatan.

3.4 Penerimaan negara

Salah satu sumber penerimaan negara adalah pajak, khususnya pajak penghasilan. Pajak penghasilan diwajibkan bagi orang-orang yang memiliki pekerjaan. Apabila tingkat pengangguran meningkat, maka jumlah orang yang membayar pajak penghasilan berkurang. Akibatnya penerimaan negara pun berkurang.Beberapa faktor di atas dapat menghambat pembangunan nasional yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Baik berupa penbangunan sistem sosial, politik, ekonomi, infrastruktur, pertahanan, pendidikan dan teknologi, kelembagaan, dan budaya.

4.Cara mengatasi pengangguran di Indonesia

1. Cara mengatasi Pengangguran Siklis.

Pengangguran siklis adalah pengagguran yang diakibatkan oleh menurunya kegiatan perekonomian karena resesi. Penurunan kegiatan perekonomian umumnya dimulai dengan melemahnya permintaan akan barang. Akibat penurunan permintaan, produksi barang juga akan berkurang. Dampak pengurangan produksi adalah terjadinya penurunan investasi.
Untuk mengatasi pengangguran siklis diperlukan beberapa langkah-langkah antara

lain peningkatan daya belu masyarakat. Pemerintah harus membuka proyek yang bersifat umum, seperti membangun jalan, jembatan, irigasi, dan kegiatan lainnya. Cara lain adalah dengan mengarahkan permintaan masyarakat untuk membeli barang dan jasa, serta memperluas pasar barang dan jasa.

.2  Cara mengatasi pengangguran struktural

pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan perubahan struktur ekonomi, misalnya dari ekonomi yang bersifat agraris bergeser ke ekonomi industri. Pergeseran ini lebih menitikberatkan penyesuaian karakter dan budaya pekerja sektor industri. Untuk mengatasi pengangguran struktural diperlukan berbagai langkah seperti pengadaan pendidikan dan pelatihan sebagai langkah seperti pengadaan pendidikan dan pelatihan sebafai persiapan untuk berkarir pada pekerjaan yang baru, memindahkan tenaga kerja dari tempat yang tidak membutuhkan ke tempat yang membutuhkan, meningkatkan mobilitas tenaga kerja dan modal yang ada, dan mendirikan industri yang bersidat padat karya, sehingga mampu menampung tenaga kerja yang menganggur.

3. Cara mengatasi pengangguran friksional

Pada dasarnya, pengangguran friksional tidak dapat dihilangkan sama sekali dan hanya dapat dikurangi. Cara mengatasi penfanffuran friksional adalah mengusahakan inforamasi yang lengkap tentang permintaan dan oenawaran tenaga kerja, sehingga proses pelamaran, seleksi, dan pengambilan keputusan menerima atau tidak berlangsung lebih cepat. Cara lain adlah menyusun rencana penggunanaan tenaga kerja sebaik mungkin.

4. Cara mengatasi pengangguran musiman

Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi pada musim-musim tertentu, seperti petani yang menganggur setelah musim tanam. Pengangguran seperti ini dapat diatasi dengan pemberian informasi yang jelas tentang adanya lowongan kerja pada bidang lain dan melatih seorang agar memiliki keterampilan untuk dapat bekerja pada "masa menunggu" musim tertentu.
Banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah selama ini dalam mengurang jumlah pengangguran di Indonesia, namun masih saja pengangguran tidak berkurang bahkan lebih bertambah setiap tahunnya di karenakan tidak seimbangnya jumlah pencari kerja dan lapangan pekerjaan.
Menurut Paul A. Samuelson dan Wiliam D. Nurdhaous dalam bukunya Ekonomi mengemukakan cara-cara mengatasi pengangguran yaitu sebagai berikut:

  1. Memperbaiki pasar tenaga kerja
  2. Menyediakan program pelatihan
  3. Menciptakan program padat karya
Selain hal tersebut di atas, sesuai dengan GBHN 1999, pemerintah Indonesia hendaknya:
Mengembangkan tenaga kerja secara menyeluruh dan terpadu yang diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kemandirian tenaga kerja peningkatan pengupahan, penjaminan kesejahteraan, perlindungan kerja dan kebebasab berserikat, dan
Meningkatkan kualitas dan kuantitas penempatan tenaga kerja ke luar negeri dengan memerhatikan kompetensi, perlindungan, dan pembelaan tenaga kerja yang di kelola secara terpadu dan mencegah timbulnya eksploitasi tenaga kerja.
 Ada berbagai cara dalam mengatasi pengangguran,yaitu :
  • Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Modal
  • Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja
  • Program Pendidikan dan Pelatihan Kerja
  • Menggalakkan program transmigrasi
  • Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan
  • Mengintensifkan program keluarga berencana
  • Menekan impor dan memperbanyak ekspor
Hal hal di atas adalah beberapa cara yang dapat di gunakan pemerintah dalam mengurangi pengangguran di Indonesia dan dapat memperkuat ekonomi Indonesia. Namun pemerintah tidak akan bisa menjalankan program – program tersebut jika tanpa adanya kerjasama dengan pihak swasta dan masyarakat.






 

5.Pemberdayaan Masyarakat dalam Menanggulangi Pengangguran dan Kemiskinan

Pengangguran dan kemiskinan bersumber pada lemahnya potensi manusia  dan kurangnya dukungan lingkungan dalam memanfaatkan potensi alam dan sumberdaya yang tersedia.  Untuk memecahkan masalah tersebut ditempuh melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat (A. Soedijar, 2003).

Lemahnya informasi IPTEK, kurangnya ketrampilan dan pengalaman praktikal, merupakan factor-faktor yang mempengaruhi  lemahnya potensi sumberdaya manusia dalam  mengelola sumberdaya alam dan lingkungan sosialnya.  Kondisi sosial-budaya masyarakat tidak selamanya mendukung peningkatan potensi warganya,  adakalanya malah  menghambat  kemajuan masyarakat itu sendiri.  Di lain pihak keberadaan manusia,alam dan lingkungan  sosial merupakan  potensi yang sangat bermanfaat bagi perkembangan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya.

Dalam penanggulangan  pengangguran dan kemiskinan  dengan jalan pemberian bantuan kebutuhan hidup seketika, bukanlah upaya memecahkan masalah, namun hanya merupakan bantuan sementara.  Upaya itu perlu diikuti dan dilengkapi oleh bantuan yang bersifat pemberdayaan segenap potensi masyarakat.  Kelengkapan penunjang yang diperlukan dalam upaya pemberdayaan masyarakat  meliputi sumberdana, IPTEK, tenaga, sarana dan prasarana, yang kesemuanya itu dapat digali dan diperoleh  dari Pemerintah, Lembaga Non Pemerintah, dan Masyarakat.  Pemberdayaan memerlukan sentuhan teknologi karena padahakekatnya  pemberdayaan masyarakatadalah  perubahan sosial  untuk memanfaatkan sumberdaya alam dalam rangka meningkatkan kesejahtyeraan sesuai dengan suasana sosial budayadan sosial ekonomi yang ada.
Tujuan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan pengangguran dan kemiskinan pada hakekatnya adalah penciptaan dan pengembangan lapangan kerja.  Oleh karena itu kegiatan yang menjadi sasaran adalah sektor yang banyak menampung  lapangan kerja, yaitu sektor informal, industri rumah tangga dan sektor perikanan.
Pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan pendekatan pekerjaan social, pada dasarnya mendorong kelompok masyarakat bermasalah  sosial dengan memanfaatkan segenap potensi yang ada pada masyarakat itu sendiri, serta melibatkan sumber di luar masyarakat tersebut agar mereka dapat mandiri mengatasi masalahnya.
Pemberdayaan dilaksanakan melalui usaha sosial ekonomi produktif (USEP)  atau UUEP (Unit Usaha Ekonomi Produktif) dengan pendekatan pekerjaan sosial yaitu memberikan ketrampilan dan bimbingan serta bantuan stimulus sebagai modal  awal usaha .  Kegiatan dilaksanakan secara kelompok (Kelompok). Usaha produktif (USEP dan UUEP ) yang berorientasi kegiatan ekonomi produktif,  bercirikan koperasi yang berorientasi kepada pengembangan potensi dan sumberdaya alam serta lingkungan sosialnya, sumberdaya manusia dan kemungkinan peluang pemasaran produk-produknya.
Dalam Kelompok USEP dan UUEP ini dikenal Kelompok yang homogen dan Kelompok yang heterogen.  Kelompok homogen yaitu para anggotanya  terdiri atas anggota masyarakat secara spesifik, seperti Fakir Miskin, Komunitas adat terpencil, Penyandangcacat,

Anak terlantar,  Lanjut Usia Terlantar,  Wanita rawan sosial-ekonomi, Keluarga muda mandiri, dan lainnya.  Sedangkan Kelompok yang heterogen terdiri atas gabungan berbagai ragam anggota. Sesuai dengan kemajuannya, Kelompok digolongkan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan menjadi (1) Kelompok Tumbuh, (2) Kelompok Berkembang, (3) Kelompok Mandiri.
Selanjutnya apabila suatu Kelompok telah mencapai Mandiri, maka pembinaan selanjutnya dikaitkan dengan kegiatan Koperasi (Embrio Koperasi).






Bab III penutup


            A.Kesimpulan


Pengangguran merupakan faktor penting dalam pembangunan nasional baik jangka panjang maupun jangka pendek. Pengangguran harus segera di atasi agar ekonomi indonesia bisa lebih baik dan mampu bersaing dengan luar negeri. Pemerintah diharapakan dapat mengatasi pengangguran dengan menyediankan lapangan pekerjaan atau program-program bina usaha untuk masyarakat kecil.Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerjaSetiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat Indonesia. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi komitmen nasional.
Untuk itu diperlukan dua kebijakan, yaitu kebijakan makro dan mikro (khusus). Kebijakan makro (umum) yang berkaitan erat dengan pengangguran, antara lain kebijakan makro ekonomi seperti moneter berupa uang beredar, tingkat suku bunga, inflasi dan nilai tukar yang melibatkan Bank Indonesia (Bank Sentral), fiskal (Departemen Keuangan) dan lainnya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar